Jumat, 19 Februari 2016

Setengah Hari Menemani Penyidik KPK

 Bekerja di salah satu instansi pemerintah yang banyak berhubungan dengan penghasilan dan kekayaan warna negara sudahlah pasti sedikit banyak mengetahui seluk beluk rahasia para orang-orang besar. Sangat lumrah, apalagi jika memahami undang-uandang dan peraturan yang berlaku maka dengan analisa yang logis dapat disimpulkan garis-garis besar perkara. Rasanya berbeda dengan apa yang dibaca di surat kabar atau media lainnya.
 Pemberitahuan akan datangnya para petugas KPK sudah sejak berbulan-bulan yang lalu. Ada dua buah surat tentang perihal daftar berkas-berkas yang berbeda. Walau pun surat tersebut mengarah pada kasus yang sama tetapi isi permintaan berkas dan tujuan surat berbeda. Sebenarnya wajar saja karena masalah birokrasi yang masih tetap mempertahankan hirarki vertikal rantai komando dan juga ada temuan lain sehingga berkas yang diminta juga berubah. Berkas pun sudah diusahakan dicari semaksimal mungkin namun kepastian tanggal datangnya para penyidik dan petugas KPK belum tentu tanggalnya.
 Akhirnya pada surat yang ketiga sangat jelas tentang pemberitahuan waktu kedatangan, berkas-berkas yang harus dipersiapkan dan agenda kegiatan selama di kota ini beserta nomor kontak yang bisa dihubungi. Berkas telah dipersiapkan dan memang bersifat rahasia. Tim koordinasi dari kantor sudah terbentuk.
 Ketika hari H dimana petugas dan penyidik KPK tiba, penyambutan tetap dilakukan seperti terhadap para –para pejabat dan pemegang kepentingan lainnya. Jamuan makan, kendaraan dan sarana kantor telah dipersiapan. Tetapi mereka memang beda, begitu sampai langsung memperkenalkan diri dan maksud kedatangan dengan basa-basi seperlunya. Jamuan makan ditolak dengan halus dan tegas apalagi sarana lain yang membengkakkan budget kantor. Hanya air minum dalam kemasan yang mereka minum. Sangat mungkin hal ini untuk menjaga netralitas KPK sehingga terhindar dari kepentingan-kepentingan pihak lain yang punya hubungan dengan pihak yang akan diperiksa. Juga sangat logis “kekakuan” mereka juga untuk menjaga dan mempertahankan diri dari segala niat jahat orang-orang yang merasa terancam. Tetapi di kantor kami mereka masih bisa tersenyum. Cukup layak jika hal ini bisa ditiru oleh pejabat dan pemangku kepentingan untuk tidak terlalu ingin disambut manja dan dibuai mesra.
 Berkas-berkas yang telah dipersiapkan, selanjutnya akan dibuat salinan. Maka dibutuhkan pendamping internal kantor agar bisa menemani dan menjaga berkas tersebut. Berkasnya cukup banyak sehingga butuh koper besar untuk memasukkan berkas. Penyalinan berkas butuh cepat sehingga disebarkan ke beberapa toko dan tetap dijaga oleh petugas kantor. Walau pun kami sendiri lebih percaya dengan toko tempat fotocopy, tetapi hal ini juga tidak boleh ditinggalkan dan juga di setiap tempat fotocopy ada satu orang petugas KPK. Pantas saja jika mereka datang ber-6, dan memang bukan untuk numpang liburan.
 Sambil menunggu proses photocopy, dengan ditemani seorang petugas KPK maka banyak cerita yang bisa dibicarakan. Tentu saja tidak boleh mengangkat isu-isu sensitif, isu-isu negatif, mengingat sopan santun dan kapasitas siapa yang bertanya. Hal-hal sepela yang menyenangkan jadi bahan pembicaraan. Tempat dan jenis wisata memang favorit bahasan para pendatang. Tentu saja Sabang dengan wisata alam dan diving termurah se-Indonesia yang direkomendasikan sebagai salah satu alternatif wisata karena mereka sedang berada di Banda Aceh. Pertanyaan mengenai peraturan bidang perpajakan juga sering ditanyakan. Alhamdulillah semua lancar dijawab tanpa perlu menyinggung contoh-contoh Wajib Pajak, tanpa perlu menjelaskan detail pelakunya dan cukup dijawab secara garis besar.
 Di sela menunggu siapnya salinan, para “tuan rumah” dijamu oleh orang KPK. Suguhan teh kemasan dan roti dari toko kualitas terbaik awal mula dari “penjamuan yang terbalik” ini. Siangnya setelah proses salinan selesai, mereka juga mengajak makan di rumah makan yang menunya sudah cukup dikenal. Mereka betul-betul menghindari kantor yang membayar. So professional dan kaminya yang nikmat.
 Memang ada beberapa pertanyaan tentang orang dan badan usaha sebagai objek penyidikan KPK . Tetapi sifatnya lebih pada berkas dan kearsipan kantor yang menyangkut objek penyidikan. Pertanyaannya lumayan banyak beserta juga pertanyaan tentang peraturan-peraturannya, hanya saja mereka para anggota KPK tidak bersifat “mencari-cari” kesalahan. Mereka masih menganggap dan mengharapkan kami sebagai partner yang baik membantu mereka mengungkapkan kasus. Oleh karena itu kami tidak merasa tertakan dan kaku.
 Akhirnya setelah salinan berkas selesai, berita acara penyegelan dan penyitaan salinan berkas (red- bahasa tidak separah kenyataan) dibuat sedetail mungkin beserta nomor serinya. Salinan berkas berupa hardcopy dan softcopy (file data komputer) juga ada listnnya. Nomor seri CD blank yang telah diburn juga dicatat. Setiap halaman juga harus diparaf oleh masing-masing orang yang tertera di berita acara. Dibuat dalam rangkap enam yang mana notebook dan printer beserta alat kerja yang lain juga mereka bawa sendiri. Alat-alat komputernya lumayan canggih.
 Cukup lelah, yang mana pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan KPK juga sering diganggu para warga negara yang meminta pelayanan tanpa antri sehingga iklannya banyak. Butuh waktu dari jam 8.30 pagi s.d jam 3.30 sore.
 Dari percakapan ringan, mereka ber-6 para petugas KPK memiliki latar belakang yang berbeda. Dan juga karakter penampakan pertama juga banyak perbedaan. Ada yang ramah, ada yang cerewet, ada yang cuek dan juga ada yang tampak jutek wajahnya. KPK sebelum mengurus suatu kasus, mereka juga berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan sehingga tidak terjadi double penyidikan dan tumpang tindih wewenang. Walaupun memang ada kriteria-kriteria pembagian wewenang menangani kasus korupsi, namun tim koordinasi kasus tetap melakukan konfirmasi kedua intansi lain. KPK adalah badan layanan publik yang bentuknya seperti BUMN yang mana para pegawai tetap nyan tidak masuk dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, yang mana jika KPK dibubarkan maka pegawai KPK tidak bisa dipindahkan ke instansi pemerintah yang lain.
 Semoga ke depannya KPK makin kuat, makin bersih dan tetap menjadi instansi yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat Indonesia. Untuk keadilan...

Jumat, 18 Desember 2015

Alasan orang pintar tidak pintar atau malas menulis

Adalah sebuah keberuntungan jika bershahabat dengan orang yang pintar atau ahli di bidangnya. Ibarat seorang pembuat parfum, paling tidak kita bisa mencium semerbak wanginya. Selain menambah ilmu juga menambah wawasan. tetapi banyak juga dari mereka yang tidak pintar berbagi, jangankan berbagi tulisan, berbicara dan menjelaskan saja bagi mereka yang benar-benar pintar adalah sesuatu yang susah. Namun apa yang kira-kira alasan dibalik hal tersebut.
mendengar lebih baik dari pada berbicara
 Bagi yang sependapat bahwa menulis itu adalah bentuk lain dari berbicara maka ini menjadi alasan yang masuk akal. Apalagi jika sependapat bahwa membaca adalah bentuk lain dari mendengar. Jika mau diperluas, maka dosa akibat mendengar lebih ringan dari pada apa yang ditimbulkan lidah. Dan juga sudah lumrah jika ciri-ciri orang pintar itu umumnya pendiam. Mereka juga lebih memilih mendengar dan membaca untuk menambah ilmu.
Memberikan fakta & rujukan, bukan pendapat
 Ini adalah sebagai salah satu bentuk tanggung jawab ilmiah karena sebuah kebenaran itu berawal dari sebuah pendapat yang sudah diuji, punya bukti, dan tahan terhadap bantahan. Sebenarnya ada juga bentuk pendapat dari orang pintar, contohnya yaitu teori dan hipotesa. Hanya saja bentuk pendapat ilmiah tersebut tetap punya rujukan, percobaan dan didukung dengan fakta. Ujung-ujungnya ada juga teori dan hipotesa yang telah terbantahkan.
 Orang pintar atau ahli tidak hanya rama-ramai melontarkan pendapat. Biasanya perang lontar pendapat sering terjadi pada perdebatan, baik lisan ataupun tulisan, terutama pada debat kusir. Anehnya juga ada yang mengaku-ngaku pintar tapi hampir tidak bisa membedakan antara fakta dan pendapat
Tidak suka curhat
Ini sudah sangat jelas jika banyak orang menggunakan internet dan media sosial untuk curhat, terutama masalah pribadi atau diri orang lain. Ada juga curhat yang seharusnya disensor dan tidak perlu ditampilkan secara umum. Adakah bertambahnya ilmu dengan cara curhat di internet atau medsos? Malahan bisa menjadikan terbongkarnya aib dan kelemahan diri.
Ilmiah, sistematis dan tidak menarik
 Pernah baca jurnal? Atau skripsi dan tesis? Jika tidak merasa cepat bosan, maka orang tersebut punya kemampuan di atas rata-rata. Umumnya orang cepat merasa bosan karena penyajiannya yang ilmiah dan sistematis dan cenderung tidak naratif. Atau pernah mendengarseorang dosen menjelaskan science dengan menggunakan diagram, garis-garis dan serta pembagiannya? Dengan cara tersebut memudahkan penjelasannya. Tetapi ketika hal-hal tersebut dituangkan ke dalam sebuah artikel, yang akan dibaca dan dikonsumsi khalayak ramai, mungkin akan menjadi sulit karena terkurung oleh persepsi ilmiah dan sitematis.
Kurang komunikatif dan kurang mengasah kemampuan menulis.
 “berbicaralah dengan orang lain sesuai kemampuan akalnya”, ini sebuah saran yang cukup efektif dalam komunikasi. Sebuah komunikasi yang baik adalah terciptanya satu kepahaman yang sama tentan maksud komunikator oleh si penerima pesan (komunikan). Maka mempelajari ilmu dan teknik komunikasi akan sangat membantu dalam setiap aspek kehidupan. Selain itu salah satu media komunikasi adalah tulisan. Pemilihan kata, penggunaan kata serapan dan istilah perlu diperhatikan supaya maksud dan tujuan komunikasi dapat diterima dengan baik. Butuh banyak latihan menulis.
Tidak money oriented dan plagiat.
Teknologi juga bagaikan dua sisi uang logam, memudahkan manusia dan memanjakan manusia. Teknologi memudahkan menyampaikan informasi dan pengetahuan, tetapi para plagiator juga menggunakan teknologi untuk ritualnya. Dimana salah satu maksud plagiat itu untuk menghasilkan berkah pundi-pundi kesejahteraan untuk keuntungan pribadi. Orang pintar atau ahli umumnya bukan termasuk plagiator.

 Artikel di atas adalah salah satu bentuk opini. Opini yang didasarkan pengalaman dan pengamatan. Walaupun opini, paling tidak bukan plagiat. Dan juga dapat penulis tidak sependapat dengan pernyataan “orang pintar harus minum jamu bla bla bla”

Jumat, 04 Desember 2015

Umrah semurah-murahnya ala backpacker se-Indonesia



                Mungkinkah umrah ala  backpacker? Yaaa… sebenarnya yang perlu diluruskan adalah apa  itu backpacker itu sendiri dan bagaimana keterkaitannya dengan pelaksanaan umrah. Travel ala backpacker itu sendiri mempunyai kriteria sebagai berikut; independen (tanpa agen travel), biaya murah, mempunyai resiko dan punya pengetahuan. Sebenarnya umrah tanpa ada sedikit pun andil travel hampir tidak mungkin. Hal ini karena pengurusan visa harus melalui travel (untuk selanjutnya akan dibahas). Namun berangkat dari nurani untuk memudahkan semua orang ke Mekah, dan juga panggilan Allah itu bagi yang mampu (dan bukan yang hanya kaya), maka komunitas Umrah ala Backpacker (selanjutnya disingkat UbePe) terbentuk. Umrah  ala backpacker sebenarnya gaungnya sudah mulai dan bergema di dunia maya media sosial. Ditambah lagi dengan kegiatan seminar sehari “Now everyone can umrah” yang diselenggarakan oleh Mbak Elly Basrah Lubis (CEO group Ayo Ke Mekah) dan Eva Yahya Zubaidi di asrama haji Banda Aceh, dan untuk wilayah Aceh dikoordinasi oleh pasangan ganda campuran Mustafa Kamal jenggot dan Fri Okta Fenni.
                Lalu bagaimanakah prinsip kerja UBePe tersebut? Singkatnya jika seseorang ingin berumrah dengan biaya murah dan dengan pilihan sarana (waktu, tiket, akomodasi hotel) sesuai keinginan sendiri, maka setelah mempunyai passport harus segera bergabung ke komunitas UBePe. Hal ini untuk menambah pengetahuan, bisa sharing info tiket murah atau info keberangkatan. Karena Setelah bergabung ke komunitas UbePe, kita bisa mengetahui teman-teman yang akan berangkat sama-sama ke tanah suci. Jika sudah terbentuk gelombang keberangkatan, maka group bisa menentukan agen travel untuk pengurusan visa dan kontrak LA (landing arrangement). Yang namanya kalau sudah berjamaah, maka  resiko  bisa diminimalisir dan lebih berkah. Dan juga pernah seseorang di antara jamaah umrah mendapat tiket sekitar 6,2 juta PP Banda Aceh – Jeddah.  Untuk selanjutnya tentang UBePe, coba baca buku di bawah ini.


                Mengenai biaya umrah sebenarnya punya tiga komponen  utama, yaitu; tiket (sekitar 600 per mil), landing arrangement (sekitar 280 per mil) dan visa dan lain-lain (sekitar 120 per mil). Landing Arrangement (LA) ini mencakup kontrak penginapan hotel, kontrak bus, makan dan lain-lain yang mana pengurusan LA ini dilakukan oleh agen travel melalui provider dalam negeri. Visa hanya akan dikeluarkan pihak Saudi apabila calon jamaah umrah sudah punya tiket dan kontrak hotel dan bus. Saudi tidak bersedia jika jamaah umrah dari luar negeri terlantar dan tidur di mesjid. Jadi tetap saja ada andil agen travel di UBePe, hanya saja biayanya lebih murah apalagi dilakukan secara berjamaah. Lagi pula kita bisa tentukan kualitas hotel dan teman sekamar. Deal-Dealan sama travel umrah.
                Pasti tidaknya kita umrah sangat bergantung pada tiket dan keluarnya izin visa. Visa (terutama visa umrah selama 14 hari) dikeluarkan melalui agen travel dalam negeri melalui provider lalu melalui  muassasah (lembaga/yayasan) di Saudi Arabia. Visa paling cepat keluar perkiraannya selama 1,5 bulan. Visa haji dan umrah sebenarnya gratis tetapi kita teteap membayar sekitar 75-80 dolar untuk jasa kepengurusan. Sebenarnya ada juga jenis visa yang lain, tetapi berbiaya mahal dan secara prinsip tidak masuk dalam kategori backpacker.
                Beberapa perbedaan UBePe dan umrah regular bisa diuraikan sebagai berikut; di UBePe kita bisa langsung megang tiket dan visa tetapi di umrah regular kita hanya akan pegang sehari sebelum berangkat, di UBePe kita bisa tahu sejauh mana progress keberangkatan kita sedangkan di umrah regular kita cuma terima beres; UbePe lebih murah, lelah dan menantang sedangkan di umrah regular lebih mahal dan santai. Dan juga ada sudah mulai  ada umrah reguler dengan prinsip backpacker tetapi tetap mencantumkan embel-embel nama travelnya. Hal ini untuk lebih mudah dikoordinir.
                Sebagai gambaran biaya UBePe adalah sekitar 14 juta untuk 12 hari, dengan fasilitas penerbangan menengah ke bawah, hotel maksimal bintang 3 dan sekamar 4 orang. Bisa saja lebih murah dan lebih mahal karena kualitas menentukan harga. Jadi...., sudah siapkah kita umrah ke tanah suci..!!! Selamat beribadah, taqabbala Allah.






Minggu, 25 Oktober 2015

Baca Istighfar, 3 nomor undian dapat hadiah

          Minggu ini aku dan bersama dua anakku mengikuti acara jalan santai. Jam 7 pagi sudah stand by di Gedung Keuangan Negara bersama-sama peserta lain untuk menanti pelepasan gerak jalan santai. Kalau bukan hadiah yang lumayan menggiurkan mungkin aku tak ambil bagian, lagi pula tidak wajib, dan juga atas usul temanku aku akhirnya ikut untuk lebih mengenal kawan-kawan yang lain di kantor yang berbeda. Anak-anak pun sangat semangat ingin jalan santai. Dengan segudang alasan aku mantap ikut jalan santai.
          Sebenarnya aku antipati dengan yang namanya hadiah. Itu hanyalah keberuntungan. Hanya seorang pemalas saja yang menunggu rezeki hadiah. Namun tak dapat aku pungkiri aku juga berharap dapat hadiah utama TV layar datar sebagai pengganti TV tabung di rumah. Yaa.. iseng-iseng berhadiah.
          Jalan santai sudah dimulai, tali sudah dipotong. Aku dan kedua anakku masing-masing dapat jatah nomor undian. Jadinya kami punya 3 nomor undian yang nantinya ketiga nomor itu dapat jatah undian.
          Di tengah perjalanan jalan santai ini, aku banyak melihat bagian belakang (maaf bokong) dan massa depan (maaf, payudara) yang wow..., hanya saja ketika makhluk lain jenis ini dekat dengan kami, aku berusaha melewati mereka. Kalau menuruti hawa nafsu, ingin selalu cari-cari kesempatan atas apa yang mereka perlihatkan. Mereka secara agak sengaja memperlihatkan tetapi mereka tidak mengatakan. Lagi pula jika aku tidak jaga mata, rezeki menang undian tidak akan menghampiriku, pikirku saat itu. Anakku juga butuh dididik untuk lebih sama-sama jaga mata. Akhirnya tak terasa kami finish di barisan kelompok terdepan.
          Jalan santai sudah selesai, selanjutnya makan sambil istirahat yang diselingi live music dari mereka yang punya passion di bidang itu. Anakku Si Sulung dan Yang Kedua asik bermain di lapangan rumput. Aku duduk sambil memperhatikannya.
           Tiba-tiba aku teringat terjemahan Surah Nuh, 71, yang mana di ayat-ayat awal, Nabi Nuh AS mengajak kaumnya yang mulai ingkar agar bertaubat dan beristighfar kepada Allah karena dengan istighfar Allah akan menurunkan hujan, memperbanyak anak dan harta sebagai rezeki yang baik. Langsung saja aku ambil smartphone, dengan meniru irama Syekh Abdur Rasyid Ash Shufi dari Somalia, aku membaca Surah Nuh secara agak sirr.
            Acara pengundian doorprice sudah dimulai. Hadianya ada sekitar 100 bingkisan untuk lebih dari 700 peserta. Dalam sekali pengundian diambil 10 nomor yang mana diselingi dengan acara menyanyi dan lomba masak.
            Si Sulung dan Kedua tidak luput dari ritual masa kecil mereka, berantam. Aku melerainya sambil mendamaikannya. Aku ajak mereka beristighfar supaya dapat hadiah. Yang namanya beristghfar, jalan yang paling mudah dilakukan adalah membaca kalimat "astaghfirullaha wa atuwbu ilayh". Istighfar dalam makna yang lebih luas tentu saja lebih dari sekedar ucapan. Hanya saja ucapan yang mudah tidak kita lakukan, maka apalagi jalan yang berat. Seperti halnya bersyukur, maka salah satu jalan yang paling mudah adalah mengucapkan hamdalah.
           Sudah tiga kali pengundian nomor kami juga belum dipanggil. Aku tidak putus asa karena juga berharap hadiah utama jika Allah mengabulkan. Anak-anak bertanya-tanya kenapa nomor kami tidak satu pun dipanggil sambil berharap kotak hadiah itu berupa snack atau buku tulis. Tetapi aku terus saja mengajak mereka untuk sama-sama baca istighfar. Nabi SAW saja paling kurang 70x sehari beristghfar, maka seharusnya kita lebih banyak.
           Akhirnya kami juga beruntung pada pengundian yang ke-4. Nomor 122 dipanggil, kedua anakku kegirangan. Sejenak kemudian nomor 123, aku mengajak kedua anakku untuk mengambil dua buah hadiah hiburan tersebut. Kami memilih di antara kotak-kotak bingkisan kuning yang semua hadiah hiburan sehingga bisa ditebak pilih.
          Segera setelah selingan nyanyian live music, pengundian ke-5 dilakukan. Lagi-lagi nomor kami yang masih tersisa satu lagi juga dipanggil. Lagi-lagi juga dapat hadiah hiburan dengan memilih kotak. Aku menghampiri panitia dan menunjukkan nomor 124. "Oh kamu lagi ya" celetuk seorang panitia. Hehhe... jadi malu juga selain juga dicemburui oleh peserta yang lain yang belum kebagian.
           Kami sangat beruntung, dan juga bersyukur. Ada juga kawan yang sambil bercanda mengatakan kami bermain mata dengan panitia. Ada juga kawan yang minta nomornya minta agar aku yang pegang lalu didoakan supaya beruntung. Walaupun hadiah utama bukan kami yang dapatkan, namun aku sangat bersyukur. Lunch box, penyimpang air dan handuk tebal cukup berguna menemani keseharian kami. Di akhir acara aku ketahui bahwa yang beruntung dapat hadiah utama adalah seorang honorer. Belakangan aku tahu bahwa dia juga cukup sederhana, shalih dan juga dikenal baik. Dan juga sangat mungkin jika beliau banyak istighfar.

Minggu, 18 Oktober 2015

Penguatan Merek Lokal di event PIN & TTG Nasional di Aceh 2015 #SmescoNV

         Berpusat di sekitaran Stadion Sepakbola Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Pemerintah mengadakan acara Pekan Inovasi (PIN) Perkembangan Desa/Kelurahan Nasional yang ke-I dan Gelar Teknologi Tepat Guna (Gelar TTG) Nasional ke-17. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meresmikan pembukaaan kedua pameran tersebut yang berlangsung 7 - 12 Oktober 2015. Lebih dari 5.000 peserta dari lebih 30 propinsi di Indonesia mengambil bagian dalam pameran ini.
        Walaupun pameran ini utamanya menampilkan inovasi perkembangan desa dan penerapan teknologi tepat guna dalam kehidupan bermasyarakat, banyak juga yang mengenalkan produk-produk yang telah lama beredar dan produk-produk baru untuk lebih dikenal masyarakat luas khususnya masyarakat Aceh. Tentu saja produk yang diperkenalkan berhubungan juga dengan tujuan PIN dan TTG, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa teknologi yang dikenalkan bersifat teknologi sederhana, pemakaian yang mudah dan juga dapat ditiru beserta cara-cara pembuatannya. Dan juga tak ketinggalan promosi wisata tiap propinsi tetap ambil bagian di pameran ini.
         Dalam pameran ini terdapat banyak stand-stand dan beberapa hall. Begitu melewati pintu masuk kita akan berhadapan barisan stand pameran di kiri-kanan yang menampilkan teknologi tepat guna dari beberapa propinsi. Terdapat 6 buah hall dimana Hall 1, 2 , 3 dan 4 untuk propinsi-propinsi selain Aceh, Hall 5 khusus untuk dinas-dinas pemerintah propinsi Aceh, ruang pemkot Banda Aceh dan Kemendagri, sedangkan Hall 6 khusus untuk pemerintah kota dan pemerintah kabupaten seluruh Aceh.



        Porsi yang berlebih bagi pemerintah Aceh dan pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Aceh dalam pameran ini bukanlah suatu ketidakadilan mengingat sebahagian besar pengunjung dari masyarakat Aceh yang sangat mungkin akan menjadi konsumen produk UKM Aceh, dan umumnya produk-produk yang ada masih skala lokal setingkat kecamatan, kabupaten atau pun propinsi. Lagi pula tujuan utama adalah mengenalkan inovasi dan teknologi tepat guna.
       Pemerintah pusat melalui sebuah lembaga pemerintahan di bawah naungan Kementerian Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah mempunyai lembaga Smesco sebagai wadah untuk mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada dunia Internasional. Smesco kepanjangan dari "Small and Medium Enterprises and Cooperatives" atau koperasi dan usaha kecil dan menengah. Di situs internet smesco kita bisa melihat berita tentang UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di paviliun propinsi, gallery UKM seperti layaknya di pameran. Untuk pemasaran produk UKM tersedia di situs smescotrade dan juga fanpage media sosial.

Beberapa produk merek lokal di pameran PIN dan TTG 2015
        Umumnya setiap propinsi punya produk dengan merek lokal untuk industri makanan ringan. Dodol Garut misalnya yang sudah terkenal se-Indonesia, nyatanya banyak juga masyarakat yang masih bertanya-tanya, maka dengan pameran ini diharapkan lebih dikenal masyarakat yang kurang akses informasi. Jenis makanan olahan seperti abon, lauk atau ikan kering dan makanan pelengkap lainnya adalah produk UKM setiap propinsi yang paling banyak di stand-stand propinsi. Selain produk industri makanan, batik juga banyak menghiasi stand pameran tentunya dengan corak masing-masing daerah dan juga kain tenun.
         Ada juga propinsi yang memperkenalkan produk ciri khas daerahnya. Papua dan Papua Barat menampilkan produk olahan yang berbahan baku "buah merah" yang berupa sirup, minuman, lotion, masker wajah dan lainnya. Setiap produk dari kedua propinsi tersebut selalu menginformasikan buah merah dari Papua sebagai keistimewaan daerahnya. Layaknya kopi Gayo yang menjadi bermacam ragam produk kopi dan merek di Aceh. Mutiara Lombok juga mengambil dua stand untuk meperkenalkan dan menjual produknya. Kabupaten Tomohon dipenuhi produk bunga hidup dan juga daerah lain dengan kekhasan masing-masing.






   
  
   

   
    
   
  
  






        Di stand Baristan dan LIPI, ada sebuah produk dengan penggunaan teknologi tepat guna berupa alat penjernih udara. Zeta Green menggunakan konsep teknologi nano yang bekerja menghisap udara sekitar, masuk ke dalam tabung penjernih, lalu partikel udara tersebut ditembak sehingga partikel tersebut terpisah dari zat racun dan polutan. Kemampuan satu alat Zeta Green dapat membersihkan udara dalam ruangan 4 x 4 meter dan sudah diproduksi secara massal dan beberapa rumah sakit pemerintah sudah memakainya.


         Selain itu, ada juga beberapa produk lokal di bidang pertanian, peternakan dan teknologi tepat guna yang bisa dijumpai umumnya di stand kementerian dan dinas propinsi. Hanya saja untuk produk berupa alat masih jarang yang memproduksi secara massal. Produk seperti pupuk organik, pestisida alami, pengawet buah-buahan dan asap cair juga terdapat di pameran ini beserta penjelasan teknik cara pembuatannya.
 
         
 





























Batik, kopi dan produk lokal Aceh lainnya.
           Sebagai salah seorang putra daerah, rasanya belum puas jika belum memperkenalkan produk daerah sendiri sebagai wujud cinta tanah kelahiran. Produk Aceh yang dihasilkan dari UMKM yang dibina oleh pemerintah Aceh atau secara mandiri, dapat dijumpai dan terpusat di Hall 5 dan 6.
           Batik khas Aceh tak ubahnya seperti daerah lain dalam promosinya di pameran ini. Pembuatannya dengan cara cetakan dan tidak menggunakan "malam". Beberapa motif batik khas Aceh adalah motif Pintoe Aceh, Rencong dan Bungoeng Jeumpa. Ada juga batik khas Aceh yang terbuat dari semi sutra dengan kisaran harga di atas 400 ribu rupiah. Produksi batik khas Aceh masih dalam skala kabupaten atau propinsi dimana belum diproduksi banyak mengingat batik Aceh belum begitu familiar dan terus berusaha memperbesar pangsa pasarnya terutama di daerah sendiri. 




          Di Hall 5 ada seorang pengusaha muda yang memproduksi kain sarung dengan motif batik Aceh. Umur usahanya baru berjalan 6 bulan. Kain sarung didatangkan dari luar propinsi lalu diwarnai dan digambarkan motif batik khas Aceh. Dengan bermerek Ija Kroeng, mereka pernah menjual kain tersebut hingga ke Norwegia walaupun pembelinya juga putra daerah. Keikutsertaan dalam pameran ini untuk mengenalkan merek dan memperluas pangsa pasar khusus di Aceh, demikian penjelasan pemilik usaha yang juga sebagai model atas produknya sendiri. Ija Kroeng menggunakan konsep industri inovatif seperti produk dari Piyoh yang sudah berjalan sebelumnya. 


           Kopi Gayo, dari dataran tinggi di tengah propinsi Aceh terbukti sebagai kopi terbaik di dunia. Banyak UKM yang sudah memproduksinya dengan nama sachet yang berbeda dengan tetap menyertai tulisan Kopi Gayo, Arabica Gayo atau pun Robusta Gayo. Menurut keterangan seorang peserta pameran, kopi Gayo terbaik adalah kopi jenis Arabica yang sudah dimakan luwak secara liar dimana harganya bubuk kopinya mencapai 70 ribu per 100 gram dan tidak bisa diproduksi secara massal dan kontinyu.
           Beberapa produk lain yang dihasilkan UKM di Aceh seperti sebuah unit usaha di Desa Sibreh Keumude, Aceh Besar sudah memproduksi alat atau mesin untuk pertanian, peternakan maupun industri rumah tangga seperti mesin press bata, mesin penyulingan, semprot pestisida dan lainnya yang masih dalam skala kabupaten. Industri UKM bidang makanan sangat banyak menghasilkan produk makanan olahan seperti ikan asin, abon, ikan kayu, meuloh teupeih, dodol Aceh, dan juga garam cair.
 
 








Kritik dan Saran
         Banyak pihak yang merasa kecewa dengan pelaksanaan acara ini, baik dari peserta maupun pengunjung. Mulai dari masalah ketersediaan listrik, ketersediaan tempat sampah, keberadaan MCK, akses jalan yang sempit, pedagang yang menjajakan dagangannya di jalan masuk hall dan masih banyak kekurangan lainnya. Seharusnya bisa diatasi jika koordinasi antara sesama pihak terkait berjalan lancar terlepas dari kepentingan-kepentingan mencari untung untuk pribadi mengingat dana yang dikucurkan cukup besar lebih dari 13 Milyar dan pameran ini tingkat nasional, bukan setingkat PKA. Belajar dari pengalaman dan kesalahan yang ada, semoga pemerintah Aceh bisa menjadi tuan rumah yang handal dalam menyelenggarakan even pameran nasional di masa datang.

Minggu, 04 Oktober 2015

Tips memulai belajar mengenal memasak

Dari pemula untuk pemula, berdasarkan pengalaman pribadi

         Apakah kita masih menganggap bahwa "rasa lezat" pada masakan itu karena dimasak oleh seorang chef handal..!! Sebenarnya ini salah, maksudnya lebih banyak salahnya dari pada benarnya. Contoh sederhana gurihnya daging udang, maka tidak pernah ada seorang pemasak pun yang bisa meramu bahan makanan yang menyerupai rasa nikmatnya daging udang, kecuali menggunakan bahan yang serupa seperti daging kepiting. Jadi memang butuh sebuah mindset bahwa makanan enak memang berasal dari bahan-bahan yang enak, hanya saja pemasak meramunya supaya menjadi lebih enak.
        Memasak itu sebenarnya tidak ada benar salahnya. Berbeda selera dengan selera umum pun bukan masalah selama konsumsi pribadi. Yang jadi masalah adalah ketika menghidangkan selera yang berbeda dengan selera umum. Alih-alih tampil beda tapi tidak bisa diterima. Terlalu manis, terlalu asin, terlalu pedas mungkin hal yang dihindari publik, kecuali letaknya benar seperti telur asin atau makanan serba pedas di Meksiko.
        Berikut tips-tips yang mungkin bisa menjadi share pengetahuan berdasarkan pengalaman memasak :

1. Pengunaan garam
        Garam adalah bumbu masak secara umum yang sangat banyak digunakan dalam hampir semua makanan. Rasa asin hanya ditemukan pada garam. Jadi garam itu tak tergantikan. Sebenarnya pengaruh garam pada masakan adalah lebih sebagai "penyeimbang rasa", yang mana jika ada campuran rasa yang dinilai kurang pas, maka ditambahkan garam secukupnya akan terasa nikmat.
        Dalam sebuah situs dijelaskan bahwa garam sangat bagus bagi metabolisme tubuh, kecuali bila dipanaskan atau digoreng akan menjadi racun bagi tubuh. Hal ini bertolak belakang dengan cara masak secara umumnya, apalagi masakan kari dan daging-dagingan. Rasanya seorang pemasak boleh dilabeli pintar masak jika menggunakan garam sesedikit mungkin.

2. Bahan-bahan masak yang baik.
          Tentu saja kita harus menggunakan tomat yang bagus untuk memasak, ikan segar, bumbu dari biji yang matang, sayur segar dan lainnya. Kenali bahan-bahan tersebut seperti ikan yang segar dilihat dari cerah matanya, cembung matanya dan insangnya, daging yang segar dari teksturnya, kenyalnya dan merahnya. Banyak membaca sangat membantu kita.

3. Kenali cara dan teknik memasak
         Terlalu banyak cara memasak, seperti merebus, membakar, memanggang, menumis, mengukus dan lainnya. Beberapa sering dipakai dan ada yg jarang dipakai. Perlu dicoba.

4. Perhatikan tampilan masakan.
         Tampilan menggugah selera. Tiada seorang chef pun membantahnya. Hanya saja, lidah tak bisa berbohong, karena yang namanya rasa dan selera tetaplah di lidah, bukan di tampilan atau merek.
      Dengan menambahkan hiasan seledri, bawang prei atau lainnya dan juga tat letak yang baik maka tampilan makanan akan lebih meningkatkan selera makan.

5. Lidahi (kecaplah) setiap bahan dan bumbu makanan.
         Mengecapinya atau merasakan dengan lidah dapat dirasakan secara langsung atau pun tak langsung. Kita bisa nikmati pedasnya cabai merah berbeda dengan cabai rawit di bumbu sambal buah. Pedasnya cabai rawit lebih dari cabai merah, tetapi cabai rawit lebih gurih dan ada sedikit rasa manis. Kenali bedanya lada putih dan lada hitam. Kenali minyak goreng yang paling nikmat untuk menumis yaitu minyak wijen. Belajarlah mengecap dan membedakan rasa.

6. Kenali alat dan sarana memasak.
          Nasi yang dimasak kayu lebih nikmat dari pada dengan kosmos, apalagi minyak lampu. Stainless steel terutama yang ada garis-garisnya itu bahan yang anti lengket dan sangat cocok untuk memasak teknik menumis. Membuat sambal dan menguleknya lebih nikmat di atas cetakan batu atau tanah liat dari pada di besi. Dan masih banyak perbedaan lainnya.

7. Kenali cara dan menu makan sehat.
          Makanan nikmat identik dengan pengundang penyakit. Kalau dipikir wajar saja karena Tuhan memang Maha Adil, orang berpenghasilan rendah makanannya tidak begitu sedap dan penyakit yang didapat pun tidak begitu parah, begitu juga sebaliknya. Makanan itu juga sangat mempengaruhi kesehatan. Menambah pengetahuan tentang menu sehat makan akan menjadi pertimbangan untuk memasak masakan harian kita.