Minggu, 25 September 2016

Aktivitas pagi hari pelabuhan ikan Lampulo




                Shubuh memang waktu yang damai. Waktu dimana udara sedang sangat segar segarnya, mentari menyibakkan sinarnya, hamba mencari simpati Tuhannya dan kelimpahan rezeki menanti pencarinya. Berjamaah Shubuh di Mesjid Oman Lampriet, Mesjid Agung Kota Banda Aceh sangat mengisi relung jiwa yang penuh dosa. Irama bacaan dari imam dengan padanan panjangnya shalat menambah bekas keimanan. Apalagi membawa si anak nomor satu dan dua yang sering dianggap kembar.
                Setelah sedikit berzikir di mesjid, kami memantapkan langkah menuju ke Pelabuhan Ikan Lampulo, pelabuhan yang dijadikan sentral pelabuhan ikan Aceh yang terus berbenah untuk menjadi pelabuhan utama di Sumatera. Melewati jalan Pocut Baren, para-para pencari nafkah, pemungut sampah sudah mengerumuni kantor ketenagakerjaan demi jatah upah harian. Bayangkan saja jika mereka mogok kerja 3 hari, niscaya tumpukan sampah di depan rumah penduduk selalu menghiasi jalanan dan menebarkan aroma parfum pel lantai yang busuk. Ternyata walaupun pekerjaan mereka jorok, tetapi mereka mengangkat kotoran, menyenangkan hati masyarakat yang tetap saja dianggap rendah dan direndahkan. Sepeda motor kami tetap lanjut ke pelabuhan.

menuju hall utama Pelabuhan Ikan Lampulo
Menuju Hall Utama Pelabuhan Ikan Lampulo
















        
                Di pintu gerbang masuk pelabuhan, para penanti jatah parkir masuk pelabuhan siap siaga sebelum Shubuh apalagi setelah Shubuh. Penanti jatah parkir menjadi dua pintu masuk utama dari Lampulo atau pun dari Lambaro Skep. Hari ini sampai di pelabuhan lebih cepat, lalu lintas pintu masuk pelabuhan tidak ramai. Subuh-subuh biasanya banyak berdatangan kendaraan becak, atau sepeda motor penjual ikan dengan kantong ikan di kanan-kiri.
                Langsung menuju TKP. Di tepi pelabuhan, para ABK sudah menepikan kapal-kapalnya di tengah malam atau Shubuh hari. Hanya saja ikan-ikan di dalam kapal mulai diangkat menjelang Shubuh. Hal ini karena lebih menjaga kesegaran ikan yang terpeti-es-kan di dalam lambung kapal. Para awak pelabuhan mengambil tempat ikan dari rotan (“raga”) yang memang ada disewakan atau punya sendiri. Petugas ABK dan awak pelabuhan saling bekerja sama mendaratkan ikan dan memindahkannya ke tempat pesanan.
                Dimana ada gula di situ ada semut. Shubuh hari dimana kerumunan manusia mengadu nasib mencari nafkah, tak ketinggalan juga para pnjual nasi bungkus, gorengan, kue-kue basah dan asongan lainnya mencari lapak, berpindah-pindah dan melayani pelanggan. Pelanggang yang melepas lelah berhari-hari di laut lepas. Umumnya mereka para laki-laki, hanya sebagian kecil wanita tangguh pencari rezeki berjuang untuk keluarganya.
                Namun, yang menjadi pekerjaan man of the match-nya di pelabuhan ikan adalah mereka para “toke bangku”. Disebut demikian karena mereka duduk di bangku saat bekerja sebagai tangan pertama yang menjual ikan. Mereka memang laki-laki flamboyan yang mudah dikenali, beberapa memakai topi bulat khas para boss. Mereka tentunya punya kapal atau sebagai pimpinan dalam sebuah kelompok nelayan. Mereka menjual ikan dalam satuan keranjang raga yang hampir semua pembelinya adalah para mugee eungkot (bahasa kerennya; agen reseller ikan), atau kadang-kadang untuk jenis ikan tertentu memang sudah ada yang pesan sebelumnya. Mugee engkout mudah ditandai karena mereka menggunakan sepatu boot.
                Disinilah tempat yang sangat nyata dimana hukum permintaan dan penawaran sangat berlaku. Jika ikan banyak maka harga akan dibanting, jika ikan sedikit maka harga pun meroket tajam. Sabtu dan Minggu biasanya ikan lebih mahal. Para mugee engkout awalnya berkeliaran berlalu lalang melihat-lihat ikan yang sudah ditumpuk di keranjang raga. Ikan tidak akan dijual sebelum sang toke bangku duduk dan mengumumkan ada ikan yang diperjualbelikan. Transaksi pun terjadi.

toke bangku dan penjualan ikan di pelabuhan Lampulo
Toke Bangku dan transaksi ikan di pelabuhan Lampulo

















                Sang toke bangku sangat jarang terlebih dahulu memberitahukan harga barang. Hal semacam ini pun lazim ditemukan di pasar tradisional seperti pasar Aceh dan Peunayong. Mereka awalnya memberitahukan barang dan kondisinya dan menunggu para mugee menanyakan harga ikan. Ketika ditanya berapa harga satu keranjang, sang mugee menjawab 900 ribu, lalu salah seorang mugee menawar 350ribu. Sangat dahsyat harga yang diminta kurang, dan rupanya ini memang fenomena di pelabuhan. Toke bangku pun menjawab dengan sindiran “itu harga matahari tepat di atas kepala”. Yang pasti harga pun turun sebanding dengan naiknya matahari. Jika sudah deal, maka ikan dalam keranjang raga akan diantar ke tempatnya si mugee oleh awak pelabuhan. Sebenarnya di dalam gedung hall utama (gedung dengan atapnya setengah lingkaran) pelabuhan ada bebarapa yan mirip perannya seperti toke bangku yang kadar flamboyannya di bawah toke bangku. Mereka juga penjual pertama di pelabuhan tersebut, tetapi ikan yang diambil bukan dari kapal yang menepi, tetapi dari kiriman kabupaten lain melalui mobil boks. Pelanggan mereka umumnya pemilik rumah makan atau pelaku catering, sedikit para mugee dan pembeli eceran.
                Ketika transaksi ikan di gelaran toke bangku, kami para pemerhati penggembira mengambil jarak yang agak jauh sedikit supaya tidak menggangu proses transaksi. Jelas-jelas ada papan peringatan bahwa di tempat penurunan ikan (dekat toke bangku) dan sekitarnya tidak boleh melakukan penjualan eceran. Namun, yang namanya manusia mencari rezeki, selalu saja ada celah. Di ujung timur pelabuhan, ada sedikit penjual dengan sedikit gelaran ikan untuk dijual. Ikan yang diambil umumnya dari perahu sampan kecil. Harganya tidak jauh beda dari yang berlaku di pasar. Plus, membeli ikan di pagi hari tidak ada pelayanan pesiang ikan, ketika hari menjelang siang, maka para penjual di ujung barat pelabuhan ada pelayanan pesiang ikan. Akan tetapi, harga ikan yang dijual diujung barat tidak termasuk jasa pesiang ikan. Biasanya jasa pesiang ikan 5 ribu untuk tiap satu ikan besar.
                Harga ikan sebenarnya ditentukan oleh para penjual. Mereka memperkirakan jumlah keperluan masyarakat, jumlah pengunjung yang datang dan waktu-waktu tertentu. Ketika bulan atau musim maulid, maka harga ikan naik, apalagi hari Sabtu dan Minggu dimana banyak juga para penggembira yang datang berkunjung. Jika jumlah kapal yang mendarat sedikit, maka penjual di dalam gedung hall utama akan menaikkan harga ikan. Ikan-ikan yang ada di hall utama biasanya ikan kecil-kecil dan bahkan juga ikan air tawar juga main-main ke pelabuhan agar mudah laku terjual. Kata seorang teman yang berjualan di hall tersebut, kami sangat menjaga waktu Shubuh dan kami harus benar-benar bisa menghitung peluang dan harga penjualan kami. Jika benar kami bisa untung besar atau jika salah kami malah merugi.

Rabu, 07 September 2016

Singkat, padat dan jelas : It’s all about love



                Cinta, sebuah kata yang indah. Jika dalam mempelajari sebuah bahasa asing pastilah ini kata-kata pertama yang ingin diketahui. Kata-kata yang seakan dengannya maka damailah dunia. Sebuah kata yang dengannya dituntut perasaan untuk memahami dan merasakannya, mungkin tidak butuh logika. Sebuah kata yang dengannya terangkai kalimat-kalimat mutiara. Sebuah kata yang indah yang seakan-akan tiada bab akhir dalam membahasnya. Sebuah kata yang mempunyai kata-kata dengan makna yang sepadan, kata sayang, rindu, suka, asyik, setia, hobi, kegemaran dan lainnya.
                Jadi, bagaimana memberikan pengertian apa itu cinta. Terlepas dari kepastian dari kebenaran pengertian kata cinta, maka arti cinta itu adalah “kecenderungan hati atau jiwa terhadap sesuatu”. Hampir-hampir kata cinta itu dibajak dalam pengertian cinta lawan jenis. Nah, jika seorang pria suka wanita, atau orang tua sayang dan cinta kepada anak, cinta saudara seiman atau setanah air maka hal itu wajar-wajar saja terjadi. Yang penting tidak menyalahkan pelangi karena cinta yang tidak sewajarnya. Manusia dengan segala tabiatnya diciptakan sang Khalik mencintai apa-apa yang baik baginya, yang indah, yang menyejukkan mata, yang unggul. Dijadikan juga kecintaan manusia kepada lawan-lawan jenis, anak-anak, kendaraan yang bagus, emas, perak, ladang dan kebun.
                Cinta juga sebuah ekspresi jiwa. Selain itu juga jiwa juga bisa merasakan perasaan yang lain, seperti benci, marah, takjub. Seperti halnya rasa yang lain, cinta juga bisa hilang. Bisa naik dan juga turun. Atau pun juga cinta bisa bertingkat-tingkat kualitas besarnya cinta. Hanya saja tidak bisa diukur, seperti rasa dan ekspresi jiwa lainnya. Cinta dengan segala jenis dan para pendemam cinta juga punya satu tabiat yang sama, yaitu ingin memberikan atau melakukan kebaikan atau kebajikan bagi yang dicintai. Walau pun yang dicintai tidak merasakan, berterima kasih atau bahkan membalasnya. Maka terbukti cinta Khalik kepada hamba-Nya dan cinta orang tua kepada anaknya menjadi bukti setiap manusia bisa terus hidup. Bukan cinta-cinta yang tak jelas ketika mungkin hendak akan menjadi calon orang tua.
                Cinta Sang Khalik kepada makhluk sangatlah besar. Mau beriman atau pun kafir semua yang di alam ditaklukkan sesuai sunnah kauniyah-Nya (penciptaan) sehingga manusia bisa memanfaatkan kekayaan alam. Seandainya itu berbayar, maka seumur hidup kita tak akan pernah bisa membayarnya. Ketika Sang Khalik menurunkan petunjuk, mengutuskan utusan, maka banyak manusia yang tiada bersyukur sebagai wujud cinta kepada Sang Khalik. Hawa nafsu dan cinta-cinta kepada yang lain memalingkan wajahnya dari cinta penyembahan Sang Khalik.
                Cinta kepada lawan jenis memang unik. Dia butuh chemistry dan pertautan jiwa. Bukan nyambung atau tidak nyambung ketika berkomunikasi. Tetapi karena adanya pertautan ini maka komunikasi pun berjalan lancar. Cinta ini hampir tidak ada aturannya. Bisa jadi seorang laki-laki yang semua nilai kebaikan ada padanya mencintai seorang wanita yang semua nilai positifnya di bawah laki-laki tersebut, maka si wanita menolak. Bukan karena malu tak pantas, tapi memang karena tidak cinta. Atau seorang wanita yang jatuh cinta kepada seseorang yang jauh umur di atasnya, atau bahkan seorang pemuda yang cinta kepada janda beranak. Dan juga seorang yang rupa sempurna bertautan hati dengan si cacat. Tiada yang benar tiada yang salah. Hanya saja perwujudan cinta itu seharusnya dilakukan dengan cara yang benar sehingga cinta tak berubah jadi murka. Memang cinta bagian ini terasa berlebihan (lebay) dan memang sering dilebih-lebihkan. Coba baca artikel ini.
                Cinta kepada lawan jenis butuh sentuhan fisik. Sedangkan sentuhan fisik belum tentu butuh cinta lawan jenis. Sentuhan fisik adalah sebuah kebutuhan setiap manusia, tetapi sentuhan fisik juga sesuatu yang manusia cintai. Maka mempertautkan cinta kepada lawan jenis dan cinta sentuhan fisik dalam ikatan yang sah adalah bentuk ungkapan cinta yang paling indah terhadap lawan jenis. Tak percaya..!! silahkan menikah. Karena manusia penuh ketergesa-gesan atau cinta terhadap yang cepat-cepat (‘ajilah) dengan tidak perhitungan maka terjadilah sentuhan fisik yang mendahului akad. Atau mungkin karena mereka berfikir bahwa cinta Allah terhadap hamba-Nya yang begitu besar sehingga memberi ampunan kepada hamba-Nya.
                Cinta itu adalah bagian hawa nafsu. Lalu apa itu nafsu! Seakan-akan nafsu itu keinginan syahwat belaian atau keinginan yang mendesak. Nafsu itu adalah segala keinginan hati karena pusat nafsu itu di hati. Jika akal, letaknya diotak yang gunanya untuk berpikir dan menimbang yang mana baik buruk. Nafsu dalam bahasa Arab juga sering diartikan jiwa. Maka tidak semua nafsu itu bermakna buruk, karena juga Allah memberikan pujian kepada jiwa yang tenang (nafsun muthmainnah). Maka cinta-cinta yang benar seharusnya tidak bertentangan terhadap tuntutan Allah Sang Khalik kepada makhluk-Nya.
                Cinta itu bagian dari iman. Ini bukan hadits. Tetapi banyak firman Allah dalam Al Quran yang menyatakan dan menghubungkan perkataan cinta dan iman. Bahkan diantaranya membandingkan besarnya cinta, mengungkapkan besarnya cinta. Salah satu contohnya yaitu kecintaan manusia terhadap harta diungkapkan dengan “hubban jamman” yang artinya cinta yang sangat. Maka jika iman dan kafir itu adalah pilihan, maka mencintai sesuatu pun juga pilihan. Jika Allah membolak-balikkan hati dan iman manusia, maka cinta itu lebih mudah untuk dibolak-balikkan.
                Maka cinta yang paling selamat adalah mencintai semua apa-apa yang diperintahkan atau diridhai Allah Sang Khalik. Mencintai orang tua, mencintai istri, mencintai anak, mencintai berbuat kebajikan akan menuntunlangkah, perbuatan dan sikap kita untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Senin, 29 Agustus 2016

Tips mencari dan membeli tanah rumah, antara penghasilan dan keinginan



                Memiliki rumah adalah kebutuhan primer setiap orang. Apalagi jika sudah mengarungi bahtera rumah tangga, maka bayangan akan kebutuhan rumah akan cukup menguras pikiran. Besarnya penghasilan dan pengeluaran juga sangat menentukan keputusan akan tanah kosong yang akan dimiliki. Memiliki tanah dan membuat rumah merupakan salah satu dari tiga pembiayaan hidup yang tinggi, selain dari pendidikan dan kesehatan.



contoh tanah rumah untuk dijual
contoh tanah yang dijual untuk rumah



                Berdasarkan informasi dan pengalaman, baik dari orang lain atau pun secara pribadi, berikut beberapa tips mencari tanah pertapakan rumah :

Sesuaikan antara anggaran dan kebutuhan
                Semua mendambakan rumah yang ideal baik dari segi fisik rumah tersebut dan bahkan yang paling penting para penghuni rumah tersebut. Rumah yang terlalu besar ujung-ujungnya sering kosong atau sering dijumpai rumah yang kososng itu biasanya rumah yang besar. Minimal sebuah rumah itu punya 3 buah kamar tidur dan dua buah kamar mandi atau toilet. Maka dengan memperkirakan standar biaya bangunan permeter kita juga bisa menentukan anggaran untuk membeli tanah dan besarnya rumah yang akan dibangun di rumah tersebut.
                Jika tujuannya ingin membangun rumah utama sebagai kelak nantinya sebagai tempat berkumpul keluar besar, maka dibutuhkan perkarangan yang luas dan juga luas bangunan yang memadai. Atau keadaan ketika mengambil keputusan dimana seseorang telah memiliki anak dua, tiga atau lebih tentunya juga menentukan keinginan tanah rumah dan juga anggaran

Kenali harga tanah di sekitar
                NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak sangat tidak bisa dijadikan patokan dasar harga tanah. Sudah menjadi rahasia umum jika NJOP yang menjadi dasar perhitungan pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) sangat berada di bawah harga pasar. Tentunya ini meringankan beban pajak semua lapisan masyarakat. Tetapi NJOP bisa sebagai pembanding, artinya perbandingan NJOP wilayah A dan B sebanding dengan harga tanah tersebut. Patokan yang lebih baik adalah nilai ganti rugi pembebasan tanah. Sebenarnya lebih tepat dikatakan adalah “nilai ganti untung” pembebasan tanah. Bayangkan saja jika seseorang yang belum terjual-jual tanahnya tiba-tiba ada harga pembebasan yang di atas harga pasar. Kadang-kadang para pemilik tanah sekitar jual mahal ingin “nilai ganti untung” agar dinaikkan lagi. Kesempatan aji mumpung. Cara lain adalah dengan bertanya pada teman-teman, mencari informasi, membaca iklan atau membuka situs internet. Untung-untung jika bertemu penjual yang kepepet membutuhkan uang.

Perbanyak jalur hubungan dan cari teman
                Biasanya ada tanah yang ditawarkan dengan harga murah tetapi mempunyai luas yang besar. Hal ini wajar saja karena mengingat semakin besar total harganya maka semakin sedikit orang yang mampu membeli dan berminat. Apalagi jika pihak penjual tidak mau menjual sebagian tanah. Maka, menambah teman-teman atau mengajak teman seperjuangan dalam mencari sepetak tanah adalah pilihan yang tepat. Cara lain adalah mengenal beberapa agen properti. Walau pun sering di antara mereka yang agak memaksa dan terlalu persuasif dalam menawarkan tanah atau rumah, maka kita tidak perlu memberikan harapan yang pasti akan membeli properti tersebut danjuga kita tak boleh terlalu terbuka tentang kondisi keuangan dan kepentingan kita. Tentu saja kita boleh saja menawar dengan harga yang rendah dan wajar mengingat mereka bukan pemilik properti tersebut.
                Cara yang paling aman lainnya adalah dengan menggunakan media informasi baik media cetak dan lebih baik lagi situs jual beli atau pun properti. Para agen broker juga menggunakannya dan mudah untuk dikenali.

Kenali kondisi tanah dan keadaan sekitar
                Cobalah merayap ketika hujan besar atau banji melanda, hal ini sangat berguna untuk mengetahui tempat-tempat yang dataran lebih rendah dan tempat-tempat yang tergenang air karena salurannya tidak memadai atau pun daerah aliran sungai yang sudah tidak normal. Ada beberapa contoh dimana para inlander (penduduk asli) menimbun tanah sehingga luas penampang aliran air berkurang, sehingga untuk wilayah itu dan sekitarnya mudah tergenang jika hujan besar.
                Kita juga patut memperhatikan keadaan suatu tempat yang mana mungkin saja kita akan bertetangga dengan orang-orang tersebut. Sudah ada beberapa contoh jika pembeli tanah tidak cocok dengan penduduk asli dan sekitar lalu kembali menjual propertinya dengan harga yang murah.

Belajar cara menghitung luas tanah
                Pengalaman membuktikan, bahwa banyak terjadi perbedaan luas tanah antara klaim penjual dan perhitungan para pembeli. Apalagi jika berhadapan dengan broker (baca : agen) yang kurang profesional. Ketika misalnya kita sanggah bahwa luas tanah tidak seluas 300m, dan bahkan tidak mencapai 200m, maka sang agen berkilah seperti itulah yang disampaikan pemilik tanah, atau juga berkilah bahwa sudah diambil untuk pembangunan jalan. Yaa memang seharusnya ada jalan dan lebar jalannya supaya mudah terjual. Malah, jika ada beda pendapat sehingga butuh pengukuran ulang luas tanah, maka biasanya luas tanah terakhir lebih kecil.
                Kita harus mengetahui perhitungan dasar dasar luas bangunan datar seperti luas persegi panjang dan segitiga. Akan tetapi cara yang paling mudah, cepat dan pasti dalam menghitung luas adalah dengan metode luas segitiga dengan setengah kelilingnya. Berikut rumusnya ;


luas segitiga metode setengah keliling
luas segitiga metode setengah keliling


Tentu saja kita harus membagi bangunan datar dalam bentuk segitiga-segitiga. Akan lebih mudah lagi jika kita sudah merumuskannya perhitungan luas segitiga dalam aplikasi komputer atau smarphone.
                Kita tak perlu ragu atau takut jika berbeda pendapat dengan hasil hitungan petugas pertanahan. Mereka juga manusia. Bahkan juga mereka bisa silap dalam hal penjumlahan. Pengalaman membuktikan. Paling tidak jika klaim kita benar, minimal bisa jadi daya tawar untuk mengurangi harga tanah.

Dengan siapa anda berurusan
                Ini juga sangat menentukan. Jika memang sudah mantap untuk membeli, pastikan tanah atau properti tersebut bukan dalam sengketa. Pastikan kita mengenal pemiliknya. Pastikan juga biaya agen dan biaya lainnya termasuk dalam pembahasan jual beli. Dan juga sangat perlu mengenal perangkat desa tanah wilayah tersebut yang juga akan menjalin kemitraan bertetangga dan kepentingan lainnya.
..........................
Yuks... barangkali ada kawan yang bisa diajak kerjasama dalam mencari sepetak tanah untuk hari tua..!!! untuk Banda Aceh dan Aceh Besar.

Minggu, 28 Agustus 2016

E-Learning menembuh batas jarak dan bukan sekedar formalitas




        Ada sebuah perubahan dasar di masyarakat modern sekarang ini, yaitu menghindari atau memangkas waktu pelayanan, antrian dan jasa. Tuntutan sebuah pelayanan atau pun jasa yang semakin cepat dan tepat semakin merambah di semua lini pemerintahan maupun swasta. Tak terkecuali pendidikan secara online atau disebut e-learning. Sebuah pendidikan dengan konsep tanpa tatap muka langsung dan dapat di tempuh dari jarak dan arah mana pun. Modul dan buku pembelajaran juga ada dalam bentuk softcopy dan dapat dibeli secala online. Pendidikannya jelas, pengajarnya jelas, ada payung hukum dan dapat dipertanggungjawabkan.
        Diakui atau tidak, sekarang ini e-learning masih kalah pamor dibandingkan sistem perkuliahan secara normal tatap muka. Ini merupakan sebuah kewajaran mengingat ada hal-hal tertentu yang tidak bisa digantikan dengan teknologi, dan juga perkuliahan normal yang usianya sudah berabad-abad. Akreditasi pun belum paling maksimal. Tetapi, teknologi juga memudahkan kebutuhan manusia, mempercepat pekerjaan, biaya menjadi murah dan jarak semakin tak terasa. Bukan hal yang mustahil jika nantinya elearning menjadi pilihan perkuliahaan utama.
        Pendidikan sangat berpengaruh dalam menunjang karir bagi pegawai negeri atau pun swasta. Ada sebuah pameo sinis bahwa pegawai negeri menempuh kuliah e-learning hanya mencari gelar untuk karir dan kenaikan pangkat. Kalau mau jujur, sebenarnya itu bukanlah niat yang buruk dan malah seyogyanya setiap pegawai harus maju. Atau pun tidak perlu berprasangka buruk, toh ada juga pegawai yang hanya memang mengejar karir mengambil kuliah secara biasa dengan bermodal kehadiran dan uang, lulus mendapat gelar formalitasnya. Ini bukan pembahasan tentang niat yang penilaian sangat subjektif tetapi kualitas dari elearning itu sendiri. Pendidikan juga butuh pengakuan ijazah. Dan memang seharusnya pendidikan juga membuat manusia lebih bijak menggunakan cara yang baik untuk mendapatkan gelar.
       Sekarang di Indonesia perkuliahan e-learning yang dikelola oleh pemerintah adalah Universitas Terbuka sebagai perintis e-learning Indonesia, dan yang dikelola swasta adalah HarukaEdu yang telah menambah sayap e-learning di Universitas Wiraswasta Indonesia (UWIN). Sebenarnya banyak program e-learning dari universitas lainnya, hanya saja sifatnya sebagai ekstensifikasi pengajaran dan pembelajaran bagi mahasiswa yang benar-benar terdaftar di universitas tersebut. Sebagai gambaran umum; calon mahasiswa mendaftar secara online, memenuhi persyaratannya, mengikuti jadwal belajar e-learning, mengerjakan tugas, berdiskusi mengikuti ujian dan mendapatkan nilai hingga kelulusan. Hampir semua kegiatannya dilakukan secara online. Universitas Terbuka dan HarukaEdu juga telah bekerjasama beberapa universitas lainnya untuk saling menunjang mutu dan proses pendidikan perkuliahan. Bukan sekedar formalitas belaka.
       Mahasiswa e-learning akan mendapatkan modul cetak maupun modul digital. Mahasiswa juga dapat mengakses via internet bahan pembelajaran berupa bahan bacaan, pdf, audio, video, transkrip atau pun presentasi yang sudah terpadu dalam Learning Managemen System. Aksesnya pun dapat secara mobile friendly. Mahasiswa bebas mengakses, belajar dan berdiskusi dalam rentang waktu tertentu sambil bekerja atau beraktifitas lainnya. Umumnya mahasiswa akan diberitahu mengenai bobot penilaian terhadap suatu mata kuliah sebagaimana hal ini juga terdapat pada kuliah tatap muka. Jika di perkuliahan normal biasanya terdapat dosen killer atau seorang mahasiswa yang sudah ditandai / dicap buruk oleh seorang dosen, maka di e-learning penilaian akan lebih objektif, kecuali masih bermental contekan atau jokian.
        Tak ada kata terlambat untuk belajar, tiada kata terlambat untuk kuliah, dengan kemajuan teknologi seharusnya memudahkan kita mendapatkan akses pendidikan. Apalagi jika bekerja di instansi tertentu dengan resiko mutasi yang jauh, maka elearning adalah pilihan yang paling masuk akal dan tidak beresiko. Ilmu dapat, teman bertambah, gelar juga menyusul.